Dalam menempuh Pendidikan Suci, pondasi utama yaitu niat yang tulus, setelah itu lanjutkan dengan kebiasaan hidup dengan tahapan sebagai berikut :
1. BERSIH
Belajar hidup bersih : menata diri, merawat diri dan tempat tinggal yang bersih walau tempat itu sangat sederhana.
2. SUCI
Belajar Kesucian setelah terbiasa dengan hidup bersih. Suci bukan yang berkenaan dengan tubuh tetapi yang berkenaan dengan roh-jiwa-hati (perasaan). Pada tahap ini niat dan kesadaran diri sangat berperan penting, karena pada tahap ini mulai menempa diri untuk sinkronisasi antara hati yang suci dengan perilaku (sikap) yang baik yang digambarkan sebagai sikap welas asih dan kasih sayang (saling asih, saling asuh). Tanda-tanda kesucian diri, ketika ada perubahan yang terjadi seperti bisa melihat dan mendengar secara niskala-tidak berwujud (penglihatan suci dan pendengaran suci). Bilamana bakti dan ketulusan terpancar, Para Suci dari Alam Suci niskala akan hadir untuk mendidik, membimbing dan menuntun. Pada tahap ini pula akan ada anugrah dalam wujud kemampuan (sakti) yang berguna untuk menjaga kesucian diri. Semakin meningkat kemampuan diri dalam kesucian, maka disiplin diri harus terus menyesuaikan karena biasanya godaan dari dalam diri seperti rasa sombong bangkit.
3. MURNI
Apa yang murni ? Yang murni adalah hati. Kemurnian hati adalah pertanda bahwa pengertian hidup sudah diketahui dan melampaui pemahaman kesucian. Bagaimana kita mengetahui berada di tingkat Murni ? Penilaian sepenuhnya ada pada Para Suci (Guru Suci) niskala yang melantik dengan menganugrahkan nama tertentu. Pada tahap ini pengetahuan kehidupan di Alam Niskala (tidak berwujud) dalam dimensi lain semakin terang benderang dan perjalanan hidup semakin lengkap karena pada tahap ini interaksi dan tugas-tugas kehidupan juga berlangsung disana seiring kita menjalani kehidupan di Alam Sekala (Alam Nyata) - perjalanan 2 Alam Kehidupan Sekala + Niskala.
4. SARI
Pada tahap ini, merupakan pendidikan yang khusus berkaitan dengan Sari Panca Indra (Ke-Utama-an) utamanya fokus pada Sari Pikiran yang di Alam Niskala berwujud menjadi Sari Pemikiran. Keberadaannya di Alam Keutamaan Niskala.
5. SARINING
Pada tahap ini, pengalaman spiritual sudah mencapai Alam Sunya. Terhubung dengan para Sarining Agung.
Mari kita belajar terus semasih ada kesempatan, lepaskan diri dari dogma dan kebiasaan, karena pengetahuan kehidupan itu sangat luas bahkan tak berujung. Banyak hal-hal baru yang diluar kebiasaan akan ditemui dan itu akan menjadi pengetahuan baru untuk bekal di kehidupan dimasa-masa yang akan datang.
#kehidupan_adalah_pengetahuan

Komentar
Posting Komentar